Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2010

LOWONGAN BISNIS

Sebuah Negara Membutuhkan Orang-orang yang akan mengisi lowongan di bidang-bidang berikut ini :
-         Wirausaha di bidang Properti
-         Wirausaha di bidang Kuliner
-         Wirausaha di bidang Pariwisata
-         Wirausaha di bidang Internet Marketing
-         Wirausaha di bidang Kesehatan
-         Wirausaha di bidang Keamanan
Syarat-syarat :
-         Umur terserah, Yang Penting Punya Visi. Percuma umur Muda kalau sudah mati Impian.
-         Kreatif dan Agresif
-         Berani jemput bola, tidak jaga gawang
-         Punya Otak yang digunakan untuk berpikir (kalau punya otak saja, mohon maaf, tidak akan diterima, karena ada banyak makhluk lain yang punya otak juga)
-         Mempunyai pola pikir “Gimana Nanti” bukan “Nanti Gimana”
-         Tidak harus Sarjana, yang penting Punya Komunitas Banyak
-         Mau Belajar, Mau diajar, Mau Mengajarkan
Buat yang memenuhi syarat-syarat di atas, silahkan ajukan lamaran, kirimkan surat lamaran dan CV Anda ke  :
PO BOX Negara Wirausahawan
NAH, Pemirsa.. Bagaimana? Ada yang tertarik ingin mengirimkan lamaran dan mengikuti testnya?
Ya, Itulah sekilas khayalan,  imajinasi atau Visi tentang adanya Negara yang warganya banyak memilih jalur Wirausaha daripada memilih jalur menjadi karyawan apalagi PNS. Ya, kenapa? Kalau seorang wirausaha sejati, pengusaha sejati, entrepreneur tentunya tidaklah merepotkan Negara, apalagi bangsa ini. Beda dengan seorang pencari kerja, yang merepotkan Negara. Kenapa? Karena menambah list jumlah pengangguran di Negara ini. Bayangkan kalau banyak dari lulusan kuliah, memilih jalur wirausaha setelah lulusnya. Woww.. akan bertambahlah list jumlah wirausaha di tanah air ini.
Namun, sayangnya masih banyak sekali lulusan kuliah yang memilih jalur kerja daripada memulai wirausaha. Dan ada banyak juga mahasiswa yang sekedar kuliah saja, tanpa diselingi berwirausaha di sela-sela waktu kuliah. Ya, ada beberapa juga yang kuliah sambil berwirausaha. Ini merupakan langkah bagus. Walau mungkin lebih tepat dengan istilah Wirausaha sambil Kuliah, bukannya Kuliah sambil Wirausaha.
Sebetulnya, seperti iklan yang tertulis di atas, peluang wirausaha di tanah air ini masih besar sekali daripada peluang mencari kerja. Persentase wirausaha di tanah air ini masih kecil sekali. Ada yang bilang berkisar 0,8%, ada juga yang bilang baru mencapai 1% dari total jumlah penduduk. Sedangkan persentase rata-rata yang baik untuk sebuah Negara adalah berkisar 4%. Wow.. jadi masih ada sekitar 3% yang lowong nih di bidang wirausaha. Bayangkan saja, dari 250 juta penduduk di tanah air ini, artinya ada sekitar 10 juta lowongan untuk menjadi wirausaha.
Nah, Bagaimana Pemirsa, Tertarik memasukkan Lamaran ke Lowongan yang Tersedia ini?

Related posts:
  1. Di Amerika, 74% Orang menjadi Kaya Karena Wirausaha
  2. Kuasai Hukum Uang, maka Uang berlimpah sudah pasti ada di Tangan!
  3. Peluang Bisnis dan Prospek Usaha di Tahun 2010
  4. Alhamdulillah… Saya diterima kuliah di Salah satu PTN di Semarang.. by Mikha Riandhani
  5. Sekilas Info buat Yang Sudah Mendaftar di UniversitasBisnis.com

Senin, 03 Mei 2010

NEVER GIVE UP


Penulis : Andrie Wongso
Pada suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan, dan frustasi yang menggantung. Dia hanya berjalan dengan langkah gontai ke sana kemari tanpa arti, seperti tak tahu apa yang dilakukannya. Sementara di taman itu banyak orang menikmati keindahan pepohonan yang sesekali diiringi kicauan burung, si pemuda hanya tertunduk lesu. Setelah sekian lama, ia kemudian terduduk di sebuah kursi taman dan menghela napas panjang.Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya di antara ranting sebatang pohon tempat dia duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal, diambilnya sebatang ranting yang jatuh tak jauh dari tempatnya duduk. Seperti hendak melepaskan tak karuan yang melandanya, si pemuda segera mengarahkan ranting terseb ut untuk merusak sarang si laba-laba.Akibatnya, benang-benang sarang dari laba-laba yang sudah seperempat jadi itu pun rusak berantakan.
Setelah puas dengan kelakuannya, si pemuda memperhatikan ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?
Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban untuk waktu yang lama. Karena si laba-laba kembali ke tempatnya semula dan mulai mengulangi kegiatan yang sama. Laba-laba merayap-merajut-melompat, dan dengan lincah ia menyusun helai benang yang dipintalnya dengan penuh ketekunan. Semakin lama, semakin lebar dania pun hampir menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya. Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh memperbaiki dan membuat sarang baru, pemuda yang dari tadi memperhatikan ulah laba-laba kembali timbul rasa isengnya. Maka, kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kali kedua.
Setelah kembali hancur, pemuda kembali ingin tahu, apa yang akan dilakukan si laba-laba. Ternyata, tak disangka-sangka oleh si pemuda, untuk ketiga kalinya laba-laba mengulangi kegiatannya. Ia kembali memulai dari awal - dengan bersemangat merayap-merajut-melompat dan menyusun setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya. Dengan tekun laba-laba kembali memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.
Demi melihat dan mengamati ulah laba-laba yang mau membangun sarang yang telah hancur untuk kali ketiga, sang pemuda mendadak sontak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. Semangat binatang yang begitu kecil, namun giat bekerja tanpa mengenal lelah, menimbulkan perasaan malu pada diri pemuda. Ia seperti mendapatkan pencerahan. Karena sesungguhnya, si pemuda yang tadinya merasa hati dan perasaannya gundah, rupanya baru saja mengalami satu kali kegagalan!
Karena itu, melihat semangat pantang menyerah laba-laba, dia pun berjanji dalam hati, "Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi! Berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kegagalan yang menghadang, seperti semangat laba-laba kecil yang membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!" Segera, si pemuda bangkit, dan bertekad kuat untuk bekerja lebih giat lagi. Bila perlu, dia akan memulai dari awal lagi, tanpa putus asa.

Kamis, 22 April 2010

Jangan Takut Gagal


“Jika satu rencana gagal, secara alami kita menuju rencana berikutnya. Jika langkah pertama salah, lakukan langkah kedua dengan lebih baik.”
Jane Austen
Ingin Tahu Siapa Jane Austen? Jane Austen (1775-1817), seorang penulis novel Inggris yang penuh semangat dan tajam dalam tulisannya. Setelah dua abat atas kepergiannya, salah satu tulisannya “Prasangka dan Harga Diri” yang Dia sebut “Anak Kesayangannya” menjadi sangat terkenal. Salah satu novelnya “Kesadaran dan Kepekaan dan Emma” yang awalnya dipublikasikan tanpa nama pengarangnya (atau saat itu hanya disebutkan “ditulis oleh seorang wanita”) adalah salah satu novel yang awalnya ditulis hanya untuk keluarganya sendiri. Selama hidupnya, Jane sangat dikenal. Ketika wafat di usia 41 tahun, Jane mendapatkan kehormatan untuk dimakamkan di Winchester Cathedral pada tahun 1817.

Iklan

 

Arsip

About Me (2) Dunia Usaha (6) E-Book (8) Kesehatan (2) Lingkungan (4) Lowongan (1) Motivasi dan Inspirasi (3) Oase Iman (7) Radio (3) Video (1) Water Treatment (6)

Followers