Tampilkan postingan dengan label Water Treatment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Water Treatment. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Agustus 2010

AIR BERSIH

Kamis, 24 Juni 2010

DED Desa Serui PAPUA

SPAM IKK

Selasa, 27 April 2010

KESEHATAN LINGKUNGAN

Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah masalah air bersih, persampahan dan sanitasi, yaitu kebutuhan akan air bersih, pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/sungai. Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai, tersumbatnya saluran/sungai karena sampah. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit.

Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baik serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranya adalah:

  1. Diare
  2. Demam berdarah
  3. Disentri
  4. Hepatitis A
  5. Kolera
  6. Tiphus
  7. Cacingan
  8. Malaria

kesling2.jpg

Mengapa BAB harus sehat??kenapa jamban yang kita miliki harus sehat??? mungkin ini yang belum pernah terpikirkan oleh sebaian besar masyarakat pedesaan kita. dari penjelasan di atas sudah dapat diketahui penyakit yang timbul akaibat BAB dan jamban tidak sehat. jamban sendiri Merupakan tempat penampung kotoran manusia yang sengaja dibuat untuk mengamankannya, dengan tujuan:

  1. Mencegah terjadinya penyebaran langsung bahan-bahan yang berbahaya bagi manusia akibat pembuangan kotoran manusia.
  2. Mencegah vektor pembawa untuk menyebarkan penyakit pada pemakai dan lingkungan sekitarnya

kesling11.jpgLalat yang hinggap disampah dan dipermukaan air limbah atau tikus selokan yang masuk kedalam saluran air limbah dapat membawa sejumlah kuman penyebab penyakit. Bila lalat atau tikus tersebut menyentuh makanan atau minuman maka besar kemungkinan orang yang menelan makanan dan minuman tersebut akan menderita salah satu penyakit seperti yang tersebut diatas. Demikian pula dengan anak-anak kecil yang bermain atau orang dewasa yang bekerja didekat atau mengalami kontak langsung dengan air limbah dan sampah dapat terkena penyakit seperti yang tersebut diatas, terutama bila tidak membersihkan anggota badan terlebih dahulu.

  1. Air limbah dapat dikelompokkan kedalam 2 bagian, yaitu:
  2. Air bekas yang berasal dari bak atau lantai cuci piring atau peralatan rumah tangga, lantai cuci pakaian dan kamar mandi
  3. Lumpur tinja yang berasal dari jamban atau water closet (WC)

Tangki septic atau unit pengolahan air limbah terpusat diperlukan guna mengolah air limbah sebelum dibuang kesuatu badan air. Disamping untuk mencegah pencemaran termasuk diantaranya organisme penyebab penyakit, pengolahan air limbah dimaksudkan untuk mengurangi beban pencemaran atau menguraikan pencemar sehingga memenuhi persyaratan standar kualitas ketika dibuang kesuatu badan air penerima.

Sampah dan air limbah mengandung berbagai macam unsur seperti gas-gas terlarut, zat-zat padat terlarut, minyak dan lemak serta mikroorganisme. Mikroorganisme yang terkandung dalam sampah dan air limbah dapat berupa organisme pengurai dan penyebab penyakit. Penanganan sampah dan air limbah yang kurang baik seperti:

  1. Pengaliran air limbah ke dalam saluran terbuka
  2. Dinding dan dasar saluran yang rusak karena kurang terpelihara

Pembuangan kotoran dan sampah kedalam saluran yang menyebabkan penyumbatan dan timbulnya genangan akan mempercepat berkembangbiaknya mikroorganisme atau kuman-kuman penyebab penyakit, serangga dan mamalia penyebar penyakit seperti lalat dan tikus.

Suatu badan air seperti sungai atau laut mempunyai kapasitas penguraian tertentu. Bila air limbah langsung dimasukkan begitu saja kedalam badan air tanpa dilakukan suatu proses pengolahan, maka suatu saat dapat menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan. Pencemaran tersebut berlangsung bila kapasitas penguraian limbah yang terdapat dalam badan air dilampaui sehingga badan air tersebut tidak mampu lagi melakukan proses pengolahan atau penguraian secara alamiah. Kondisi yang demikian dinamakan kondisi septik atau tercemar yang ditandai oleh:

  1. Timbulnya bau busuk
  2. Warna air yang gelap dan pekat
  3. Banyaknya ikan dan organisme air lainnya yang mati atau mengapung.

Pola Hidup Bersih dan Sehat

Hidup bersih dan sehat dapat diartikan sebagai hidup di lingkungan yang memiliki standar kebersihan dan kesehatan serta menjalankan pola/perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang sehat dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. Kesehatan seseorang akan menjadi baik jika lingkungan yang ada di sekitarnya juga baik. Begitu juga sebaliknya, kesehatan seseorang akan menjadi buruk jika lingkungan yang ada di sekitarnya kurang baik. Dalam penerapan hidup bersih dan sehat dapat dimulai dengan mewujudkan lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat memiliki ciri-ciri tempat tinggal (rumah) dan lingkungan sekitar rumah yang sehat


Jumat, 23 April 2010

AIR MINUM RO LEBIH PAHIT..?

seperti ini :
- mungkin lidah bapak/ibu atau kondisi badan bapak/ibu kurang sehat.
- tidak terbiasa dengan minum air murni

Dari kesemua jawaban tersebut sulit mengatakan apakah benar atau tidak ... tetapi kami memiliki kesimpulan tersendiri ... seperti gambar /keterangan dibawah ini ... coba untuk diperhatikan .....

membrane rejection

Pada artikel tersebut terlihat kemampuan membrane untuk menurunkan setiap unsur kimia baik kandungan ANION dan KATION yang membentuk keseimbangan asam dan basa air atau lebih dikenal dengan pH , dengan besaran yang bervariasi, maka air yang pada awalnya memiliki kandungan anion dan kation dalam jumlah tertentu, setelah melalui membrane memiliki unsur KATION dan ANION yang berubah sehingga pH airpun akan berubah, sehingga tidak sedikit kita temui bahwa pH air setelah penyaringan dari sistem RO memiliki pH yang rendah hingga 5.4 atau 5.6....

Dengan pH yang rendah tersebut maka rasa/taste dari air tersebut juga kurang enak, orang menyebutnya "kok pahit yaa..." nah untuk mengatasi dari rasa yang tidak enak itu setelah membrane reverse osmosis menggunakan filter lagi biasanya menggunakan
1. post carbon, dengan maksud menmbahkan pH air tadi menjadi lebih netral, 2. penambahan filter anion yang bersifat alkalis sehingga pH terangkat ...
3. Kapur Magnesium yang foodgrade distandarisasi oleh NSF.

Kesemua cara tersebut biasanya akan menambahkan TDS... walaupun sebenarnya tidak menjadi persoalan tetapi, para marketer/sales lebih membanggakan TDS nol .....( termasuk saya waktu masih belajar dulu lho... ) tetapi setelah membaca dari berbagai artikel ternyata untuk air minum yang penting asal dibawah 30 ppm juga udah murni lho... biasanya untuk Conductivity 0.3 (menggunakan conductivity meter = 2x TDS) diperuntukkan untuk kebutuhan farmasi (campuran bahan obat-obatan oral atau lebih spesifik digunakan untuk air infus dll.).

Cara lain untuk menetralisir rasa tetapi sekaligus juga bisa menurunkan TDS adalah menggunakan filter Mixbed (Cation anion) sehingga TDS turun dan pH jadi netral ... filter ini juga banyak mulai dijual dengan nama lain untuk menjaga kerahasiaan produk ... dikemas dengan merk tertentu .... sehingga air menjadi murni TDS 0

Kamis, 22 April 2010

Apakah isi Air minum anda ?

Air yang berasal dari perut bumi pada umumnya layak untuk dipakai. Namun naiknya permukaan air laut serta polusi menyebabkan air tanah pun tak lagi masuk dalam kategori layak konsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan air, kini air yang kita konsumsi sehari-hari dibuat dari air sungai atau danau yang diolah sedemikian rupa sehingga bebas dari bahan berbahaya sebelum akhirnya dialirkan ke rumah penduduk.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), ada beberapa jenis polutan yang mungkin terbawa dalam air, yakni:

- Mikro organisme, seperti bakteri, parasit, dan virus. Kebanyakan bakteri dan parasit bisa mati oleh klorin yang terdapat dalam proses pengolahan air bersih. Sayangnya virus lebih kebal dan sulit disingkirkan.

- Mineral racun, seperti alumunium, arsenik, asbestos, florine, nitrat, atau merkuri, bisa terdapat dalam air ledeng. Biasanya jumlahnya relatif kecil, meski begitu polusi yang berasal dari industri dan pertambangan bisa membuat jumlah mineral racun ini meningkat.

- Senyawa organik, seperti sisa-sisa hewan, pestisida, minyak, cat, atau bahan pewarna.

- Bahan radioaktif, seperti uranium atau gas radiokatif dalam jumlah kecil sangat mungkin ditemukan dalam air bersih.

- Sisa-sisa bahan kimia yang dipakai untuk mengolah air sungai menjadi air bersih.

- Kontaminasi mikroba yang berasal dari pipa distribusi air dan tanpa sengaja terbawa air.

Air yang terkontaminasi bahan-bahan berbahaya bisa menjadi media penularan penyakit, seperti kolera, tifus, atau hepatitis A. Oleh sebab itu pastikan air yang dikonsumsi bersih dan sudah dimasak hingga matang.

Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/05/15560412/

Iklan

 

Arsip

About Me (2) Dunia Usaha (6) E-Book (8) Kesehatan (2) Lingkungan (4) Lowongan (1) Motivasi dan Inspirasi (3) Oase Iman (7) Radio (3) Video (1) Water Treatment (6)

Followers